Advanced Design and Creativity – Menghasilkan Inovasi dalam Desain

Desain adalah menciptakan, membentuk, melaksanakan, atau membangun sesuatu sesuai dengan suatu rencana; merancang atau menyusun dengan sengaja (Webster Dictionary). Pertanyaannya adalah, bagaimana kita dapat menghasilkan desain yang dapat dinilai sebagai sebuah inovasi dalam memecahkan permasalahan di masyarakat?
Terdapat dua definisi inovasi dari sudut pandang modern dan postmodern. Dari sudut pandang modern, inovasi dapat dipahami sebagai “pengenalan sesuatu yang BARU.” Sedangkan dari sudut pandang postmodern, inovasi dapat dipahami sebagai menafsirkan kembali dan mengombinasikan gagasan, bentuk, serta makna yang sudah ada untuk menciptakan nilai dan perspektif baru.
Dalam diri manusia terdapat satu bagian yang disebut kreativitas, yaitu kemampuan seseorang untuk menghasilkan ide, gagasan, atau solusi baru yang memiliki nilai atau kegunaan. Dalam definisi kreativitas menurut Mihaly, kreativitas merupakan kemampuan untuk melihat sesuatu dengan cara yang berbeda dan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan baru. Terdapat tiga pilar yang menyusun kreativitas manusia, yaitu Person, Domain, dan Field.
Pada bagian Person, kreativitas berkaitan dengan bagaimana manusia memiliki latar belakang, pengalaman, dan faktor genetik yang membentuk seorang individu. Oleh karena itu, satu orang dengan orang lainnya dapat memiliki cara pandang yang berbeda dalam melihat dan memahami sesuatu.
Domain adalah sistem budaya yang terbentuk dari ilmu pengetahuan dan nilai-nilai yang dihasilkan serta berkembang dalam suatu bidang. Sistem tersebut kemudian membentuk domain sebagai bidang keilmuan dan area kompetensi yang menjadi landasan bagi seseorang dalam mengembangkan gagasan dan kreativitasnya.
Bagian selanjutnya adalah Field, yaitu komunitas yang berperan dalam menyusun dan membentuk kreativitas itu sendiri. Melalui field, gagasan dan ide dapat dinilai, diterima, dikembangkan, dan pada akhirnya menghasilkan dampak serta manfaat yang berguna bagi masyarakat.

Dengan demikian, kreativitas dapat menghasilkan suatu inovasi desain yang berkontribusi dalam membangun peradaban pada suatu wilayah tertentu, atau bahkan berkembang menjadi tren desain yang dapat diterapkan dan digunakan oleh masyarakat.
Berikut ini adalah contoh untuk lebih memahami bagaimana tiga pilar kreativitas, yaitu Person, Domain, dan Field, dapat menghasilkan suatu temuan atau inovasi desain yang berkembang di masyarakat:

Master of Design BINUS (S2 Desain/Magister Desain) menghadirkan kurikulum yang membentuk mahasiswa untuk dapat menghasilkan karya maupun kajian desain yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Lebih jauh, besar harapannya agar desain dapat menjadi tren yang mendorong perubahan dan pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia, sekaligus memiliki nilai ekonomi yang sejalan dengan visi Advanced Designpreneur.
Lokasi perkuliahan berada di BINUS University @Jakarta – Kampus Anggrek. Namun, desainer dapat memilih secara fleksibel Hybrid Mode dalam mengikuti perkuliahan. Fleksibilitas ini bertujuan untuk menghasilkan Master Designer yang dapat terus mengembangkan kompetensi akademik dan desain, sekaligus tetap dapat mengejar dan menjalankan kariernya di industri.